PEMBERDAYAANKOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH

PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO”KECIL, DAN MENENGAH
A. KONDISI UMUM
Pemberdayaan operasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sangat
strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional, mengingat kegiatan usahanya
mencakup hampir semua lapangan usaha sehingga kontribusi UMKM menjadi sangat besar
bagi peningkatan pendapatan nasional, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan
pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
Pada tahun 2006, kontribusi UMKM dalam produk domestik bruto (PDB) cukup besar
yaitu 53,3 persen dengan laju pertumbuhan PDB UMKM pada tahun yang sama adalah
sebesar 5,5 persen. Jumlah unit usaha UMKM yang mencapai 99,9 persentasi sebesar
48,9 juta unit usaha pada tahun 2006 telah menyerap tenaga kerja UMKM sebanyak 85,4
juta pekerja. Sementara itu, jumlah koperasi pada tahun 2006 telah mencapai 140 ribu unit
yang tersebar di seluruh propinsi, dengan anggota sebanyak 28,6 juta orang. Oleh karena
itu, pemberdayaan UMKM menjadi sangat penting dan akan secara langsung memajukan
kesejahteraan sebagian besar rakyat Indonesia.
Selama tahun 2007, upaya pemberdayaan UMKM telah banyak dilakukan dalam
berbagai kegiatan yaitu antara lain:
1. pembahasan RUU tentang UMKM antara Pemerintah dan DPR
2. paket kebijakan melalui Inpres 6 tahun 2007 terkait dengan aspek peningkatan akses UMKM pada sumber pembiayaanp, engembangan kewirausahaan dan SDM, peningkatan peluang pasar produk UMKM, dan reformasi regulasi.
3. Penjaminan kredit yang dilaksanakan melalui Kemeneg UKM sebesar5 3,3 miliar dan penambahan modal pemerintah kepada PT Askrindo dan PT Perum Sarana Pengembanga Usaha( SPU) sebesar Rp.1,4 triliun, untuk meningkatkan kapasitas pelayanan penjaminan kredit kedua perusahaan tersebut dalam mendukung investasi kredit UMKM yang kekurangan persyaratan jaminan.
4. kegiatan bantuan sertifikasi tanah kepada 13.000U KM untuk Digunakan sebagai agunan pinjaman kredit.
5. Fasilitasi pembiayaaan alternatife melalui dana berguliq seperti program pembiayaan produktif bagi koperasi dan usaha mikro pola konvensional dan program kredit usaha mikro dan kecil dari dana surat utang pemerintah (SUP-005).
6. pengembangan model klaster dengan pola kemitraan;
7. perintisan trading House di dua lokasi sasaran pasar non tradisional,yaitu Bulgaria untuk wilayah Eropa dan Jedang untuk Timur Tengah dan Afrika.
8. pelaksanaan program sarjana pencipta kerja mandiri (Prospek Mandiri) di 8 propinsi dan 19 koperasi.
9. pelaksanaan kegiatan program Keluarga sehat dan sejahtera(Perkassa) kepada 247 unit koperasi di seluruh Indonesia.
10. bantuan penyediaan sarana dan prasarana kepada usaha mikro melalui 1.052 pedagang kaki lima (PKL) pelaksanaan klasifikaski operasi pendidikan dan pelatihan perkoperasian, serta penetapan akuntabilitas koperasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s