Semangat Koperasi, Solusi Atasi Krisis Global

Belajar dari Semangat Koperasi, Solusi Atasi Krisis Global Ditulis pada : Minggu, 22 Maret, 2009 Terdapat di topik : Galeri Gambar, Perubahan untuk Rakyat | semangat koperasiDi tengah-tengah ekonomi dunia yang mengalami resesi, masyarakat mencari alternatif pengelolaan keuangan dan jaring pengaman untuk mereka. Amerika Serikat akhirnya harus mengakui bahwa sistem ekonomi liberal telah memakan diri mereka sendiri. Sistem sosialis tidak bisa kembali diandalkan, sebab negara-negara Eropa Timur justru mulai menikmati kemajuan ketika lebih membuka diri. Indonesia sesungguhnya memiliki peninggalan berharga berupa sistem ekonomi yang paripurna. Koperasi merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari sistem tersebut. Seharusnya semangat koperasi bisa menjadi ruh kita dalam membangun ekonomi , tetapi sekarang justru sebaliknya hanya menjadi pelengkap. Mari kita kaji lebih mendalam apa itu koperasi dan hubungan dengan masyarakat Indonesia. Koperasi sudah cukup lama dikenal di Indonesia. Awal berdiri koperasi di Indonesia dimulai pada akhir abad 19 tepatnya pada tahun 1896 oleh R. Aria Wiriatmadja. Sejak saat itu, koperasi tumbuh dimana-mana. Pertumbuhan tersebut tercium oleh pemerintah kolonial dan membuat suatu aturan yang menghambat berkembangnya koperasi. Perkembangan pesat koperasi baru terjadi pasca deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia 1945. Mohammad Hatta sebagai salah seorang Founding Fathers membangun fondasi perkoperasian Indonesia dan mendorongnya masuk ke dalam konstitusi negara. Asas koperasi adalah kekeluargaan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat mengutamakan kebersamaan dan ikatan persaudaraan. Sehingga konsep koperasi yang berasaskan kekeluargaan sangat tepat di implementasikan di Indonesia. Menurut undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Jelas sudah di dalam undang-undang tersebut koperasi merupakan sokoguru perekonomian negara. Koperasi mengandung berbagai macam nilai luhur dalam kegiatan ekonomi. Beberapa nilai koperasi yang memiliki potensi besar untuk bersinergi dengan masyarakat Indonesia diantaranya keanggotaan sukarela dan terbuka, pengawasan secara demokratis, otonomi dan kemandirian. Di dalam kehidupan ekonomi saat ini, prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar bagi berjalannya ekonomi yang baik. Secara tidak langsung, koperasi sudah memiliki sistem transparansi dan akuntabilitas. Nilai tambah koperasi yang sangat dibutuhkan saat ini adalah nilai kebersamaan. Ekonomi dewasa ini, sangat personal dan individualistik. Keuntungan dan kemakmuran hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat. Koperasi dengan sistem kekeluargaannya dapat mengurangi kesenjangan tersebut. Keuntungan dan kemakmuran dapat merata antar anggotanya. Apalagi kebersamaan seharusnya menjadi nilai-nilai masyarakat yang masih tertanam di tengah-tengah masyarakat. Prinsip koperasi akan memberikan penawar bagi konsep ekonomi liberalis kapitalistik seperti saat ini. Semangat koperasi yang mengejawantahkan kebersamaan dan kekeluargaan akan memberikan kekuatan yang efektif untuk mengangkat kesejahteraan secara masif. Semangat gotong royong, gemeinschaft, yang selama ini menjadi nilai luhur bangsa kita akan menjadi ujung tombak dalam membangun perekonomian bangsa. Salah satu masalah negara kita yang utama saat ini adalah terjadi kesenjangan kemakmuran. Beberapa orang saja menguasai perekonomian seluruh negara ini. Kita terjebak ke dalam sistem yang memungkinkan kesenjangan itu semakin lebar. Kita memerlukan penyeimbang dan memperkuat jaringan di masyarakat. Kita perlu meresapi sebuah saran dari seorang penasihat perang dari negeri China, Sun Tzu, beliau mengatakan bahwa kunci untuk meraih kemenangan ada tiga, yaitu disiplin, tak mengenal takut, dan kebersamaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s