Terbaru

cinta yang hilang

kemana lagi harus ku cari dia
ketulusan yang dia berikan kini telah hilang

cinta
aku tak ingin semua ini larut dalam kepiluan
aku hanya ingin kebahagiaan

cinta
tak sedarkah engkau saat ini
disini aku hanya menunggu kehadiran mu
mungkin sakit yang ku rasa darimu tak akan pernah cukup
dan tak pernah cukup menyelimutiku dari besarnya cintaku ini

cinta
aku tak tau lagi harus ku langkahkan kakiku ini kemana
sementara rasa ini senantiasa mencabik”ku
tetes demi tetes air mata iringi setapak demi setapak langakahku
pedih..perih,,sakit,,luka..
semua terasa sama,,sama”menyakitkan

cinta
aku terus berjalan tanpa arah
menepis semua garis” hidup perjalananku
andai esok atau entah kapan waktu itu pasti tiba
aku pasti akan menemukanmu

tapi..
jika tak sempat aku menemukanmu
dan aku harus menutup mata keabadian
“CINTA” pencarian ku hanyalah untuk mu..

Iklan

Etika Dalam Akuntansi Keuangan dan Manajemen

Etika Dalam Akuntansi Keuangan Dan Manajemen serta cakupan istilah didalamnya.

Etika dalam akuntansi keuangan dan manajemen merupakan suatu Bidang keuangan yang merupakan sebuah bidang yang luas dan dinamis. Bidang ini berpengaruh langsung terhadap kehidupan setiap orang dan organisasi. Ada banyak bidang yang dapat di pelajari, tetapi sejumlah besar peluang karir tersedia di bidang keuangan. Manajemen keuangan dengan demikian merupakan suatu bidang keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip keuangan dalam sebuah organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai melalui pengambilan putusan dan manajemen sumberdaya yang tepat (Emery et al., 1998:3). Pinches (1996:6) menyatakan bahwa manajemen keuangan adalah akuisisi, manajemen, dan pembiayaan terhadap sumberdaya-sumberdaya bagi badan usaha dengan menggunakan uang dan berhubungan dengan harga-harga di pasar ekonomi eksternal.  Persamaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen prinsip akuntansi yang diterima baik dalam akuntansi dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prisnsip pengukuran yang Releven dalam akuntansi manajemen dan menggunakan system informasi operasi yng sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya. Sebagai auditor memiliki beberapa isilah seperti dibawah ini antara lain :

  • Competence

Auditor harus menjaga kemampuan dan pengetahuan profesional mereka pada tingkatan yang cukup tinggi dan tekun dalam mengaplikasikannya ketika memberikan jasanya.

  • Confidentiality

Auditor harus Menahan diri supaya tidak menyingkap informasi rahasia, Menginformasikan pada bawahan (subordinat) dengan memperhatikan kerahasiaan informasi dan Menahan diri dari penggunaan informasi rahasia yang diperoleh.

  • Integrity

Auditor menghindari konflik kepentingan yang tersirat maupun tersurat,  Auditor harus jujur dan bersikap adil serta dapat dipercaya dalam hubungan profesionalnya.

  • Obyektivitas Akuntan Manajemen (Objectivity of Management Accountant)

Auditor tidak boleh berkompromi mengenai penilaian profesionalnya karenadisebabkan prasangka, konflik kepentingan dan terpengaruh orang lain.

  • WHISTLE BLOWING

Merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kekurangan yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain, berkaitan dengan kecurangan yang merugikan perusahaan sendiri maupun pihak lain.

Whistle bowing dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. Whistle blowing internal Terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan karyawan kemudian melaporkan kecurangan tersebut kepada atasannya
  2. Whistle blowing eksternal Terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan lalu membocorkannya kepada masyarakat karena kecurangan itu akan merugikan masyarakat.

Contoh Kasus : Kasus Mulyana W Kusuma tahun 2004. Menjabat sebagai sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. Dalam kasus ini ICW melaporkan tindakan Mulyana W Kusuma kepada Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sekaligus meminta supaya dilakukan tindakan etis terhadap anggotanya yang melanggar kode etik profesi akuntan.

  • Creative Accounting

Creative Accounting adalah semua proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk di dalamnya standar, teknik, dll) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan (Amat, Blake dan Dowd, 1999). Pihak-pihak yang terlibat di dalam proses creative accounting, seperti manajer, akuntan (sepengetahuan saya jarang sekali ditemukan kasus yang melibatkan akuntan dalam proses creative accounting karena profesi ini terikat dengan aturan-aturan profesi), pemerintah, asosiasi industri, dll.

Creative accounting melibatkan begitu banyak manipulasi, penipuan, penyajian laporan keuangan yang tidak benar, seperti permainan pembukuan (memilih penggunaan metode alokasi, mempercepat atan menunda pengakuan atas suatu transasksi dalam suatu periode ke periode yang lain). Watt dan Zimmerman (1986), menjelaskan bahwa manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan digolongkan menjadi 3 buah hipotesis :

1. Bonus Plan Hyphotesis

Perilaku dari seorang manajer sering kali dipengaruhi dengan pola bonus atas laba yang dihasilkan. Tindakan yang memacu para manajer untuk mealkaukan creative accounting, seringkali dipengaruhi oleh pembagian besaran bonus yang tergantung dengan laba yang akan dihasilkan. Pemilik perusahaan umumnya menetapkan batas bawah, sebagai batas terendah untuk mendapatkan bonus. Dengan teknik seperti ini, para manajer akan berusaha menaikkan laba menuju batas minimal ini. Jika sang pemilik juga menetapkan bats atas atas laba yang dihasilkan, maka manajer akan berusaha mengurangi laba sampai batas atas dan mentransfer data tersebut pada periode yang akan dating. Perilaku ini dilakukan karena jika laba melewati batas atas tersebut, manajer tidak akan mendapatkan bonus lagi.

2. Debt Convenant Hyphotesis

Merupakan sebuah praktek akuntansi mengenai bagaimana manajer menyikasi perjanjian hutang. Sikap yang diambil oleh manjer atas adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya degan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya.

3. Political Cost Hyphotesis

Sebuah tindakan yang bertujuan untuk menampilkan laba perusahan lebih rendah lewat proses akuntansi. Tindakkan ini dipengaruhi oleh jika laba meningkat, maka para karyawan akan melihat kenaikan aba tersebut sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kenaikan gaji. Pemerintah pun melihat pola kenaikan ini sebagai objek pajak yang akan ditagih.

Contoh 1: (Kreativitas dalam hal profitabilitas)

Perusahaan PT. ABC lebih menggunakan metode FIFO dalam metode arus
persediaannya. Karena dari sisi FIFO akan menghasilkan profit lebih besar dibandingkan LIFO, atau Average. Hal ini dilakukan karena Asumsi Inflasi Besar. FIFO dapat dianggap sebagai sebuah pendekatan yang logis dan realistis terhadap arus biaya ketika penggunaan metode identifikasi khusus tidak memungkinkan atau tidak praktis.  FIFO mengasumsikan bahwa arus biaya yang mendekati parallel dengan arus fisik yang terjual. Beban dikenakan pada biaya yang dinilai melekat pada barang Jika perusahaan dengan tingkat persediaan yang tinggi sedang mengalami kenaikan biaya persediaan yang signifikan, dan kemungkinan tidak akan mengalamipenurunan persediaan di masa depen, maka LIFO memberikan keuntungan arus kas yang substansial dalam hal penundaan pajak. Ini adalah alasan utama dari penerapan LIFO oleh kebanyakan perusahaan. Bagi banyak perusahaan dengan tingkat persediaany ang kecil atau dengan biaya persediaan yang datar atau menurun, maka LIFO hanya memberikan keuntungan kecil dari pajak. Perusahaan seperti ini memilih untuk tidak menggunakan LIFO.

Contoh 2 : (Kreativitas dalam hal Profitabilias)

PT. ABC lebih memilih Metode Depresiasi Saldo menurun dibandingkan Garis Lurus dalam melakukan penyusutan peralatan kantornya.

Contoh 3 : (Kreativitas dalam hal mengecilkan Pajak dan Kepentingan Pemegang Saham tetap Aman)

  • Fraud (Kecurangan) Fraud sebagai suatu tindak kesengajaan untuk menggunakan sumber daya perusahaan secara tidak wajar dan salah menyajikan fakta untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dalam bahasa yang lebih sederhana, fraud adalah penipuan yang disengaja. Hal ini termasuk berbohong, menipu, menggelapkan dan mencuri. Yang dimaksud dengan penggelapan disini adalah merubah asset/kekayaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya secara tidak wajar untuk kepentingan dirinya.
  • Fraud Auditing

Karakteristik kecurangan Dilihat dari pelaku fraud auditing maka secara garis besar kecurangan bisa dikelompokkan menjadi dua jenis :

1. Oleh pihak perusahaan, yaitu :

A. Manajemen untuk kepentingan perusahaan, yaitu salah saji yang timbul karena kecurangan pelaporan keuangan (misstatements arising from fraudulent financial reporting, untuk menghidari hal tersebut ada baiknya karyawan mengikuti auditing workshop dan fraud workshop).
B. Pegawai untuk keuntungan individu, yaitu salah saji yang berupa penyalahgunaan aktiva (misstatements arising from misappropriation of assets).

2. Oleh pihak di luar perusahaan, yaitu pelanggan, mitra usaha, dan pihak asing yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Kecurangan pelaporan keuangan biasanya dilakukan karena dorongan dan ekspektasi terhadap prestasi pengubahan terhadap catatan akuntansi atau dokumen pendukung yang merupakan sumber penyajian kerja manajemen. Salah saji yang timbul karena kecurangan terhadap pelaporan keuangan lebih dikenal dengan istilah irregularities (ketidakberesan). Bentuk kecurangan seperti ini seringkali dinamakan kecurangan manajemen (management fraud), misalnya berupa : manipulasi, pemalsuan, atau laporan keuangan. Kesengajaan dalam salah menyajikan atau sengaja menghilangkan (intentional omissions) suatu transaksi, kejadian, atau informasi penting dari laporan keuangan, untuk itu sebaiknya anda mengikuti auditing workshop dan fraud workshop. Salah saji yang berupa penyalahgunaan aktiva Kecurangan jenis ini biasanya disebut kecurangan karyawan (employee fraud). Salah saji yang berasal dari penyalahgunaan aktiva meliputi penggelapan aktiva perusahaan yang mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum(ada baiknya karyawan mengikuti seminar fraud dan seminar auditing). Penggelapan aktiva umumnya dilakukan oleh karyawan yang menghadapi masalah keuangan dan dilakukan karena melihat adanya peluang kelemahan pada pengendalian internal perusahaan serta pembenaran terhadap tindakan tersebut. Contoh salah saji jenis ini adalah :

  • Penggelapan terhadap penerimaan kas.
  • Pencurian aktiva perusahaan.
  • Mark-up harga
  • Transaksi “tidak resmi”.

Nama : Silpia Navita Sari

Kelas : 4EB13

NPM : 21208165

Link :

http://www.facebook.com/topic.php?uid=64462298962&topic=8810

http://kamissore.blogspot.com/2009/11/fraud-auditing-indonesia.html

http://www.scribd.com/doc/59395492/Etika-Dalam-Akuntansi-Keuangan-Dan-Akuntansi-Manajemen

http://finance.dir.groups.yahoo.com/group/kasusakuntansi/message/71

Referensi : www.google.com

 

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Ilmu yang mengenai Etika Profesi Akuntansi Merupakan Etika yang mengenai suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan Etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan. Beberapa pengertian mengenai Etika diungkapkan oleh beberapa ahli antara lain Etika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

Sedangkan Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”Dari asal usul kata, dan berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya dan dapat juga katakan Etika itu disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Menurut Billy, Perkembangan Profesi Akuntan terbagi menjadi empat fase yaitu, Pra Revolusi Industri , Masa Revolusi Industri tahun 1900, Tahun 1900 – 1930, Tahun 1930 – sekarang.

Dengan adanya Etika profesi akuntansi masyarakat dapat menyadari terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat bagi yang memerlukan. Dalam suatu kegiatan pasti ada yang membuat kesalahan dalam suatu pekerjaan, disini penulis mengambil kasus mengenai pemanipulasian laporan keuangan. pertama untuk pada kasus manipulasi laporan keuangan pada PT Kimia Farma Tbk disini perusahaan kimia farma ini berawal pada Dampak perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan mendasar yang harus diperlakukan secara retrospektif dengan melakukan penyajian kembali (restatement) untuk periode yang telah disajikan sebelumnya dan melaporkan dampaknya terhadap masa sebelum periode sajian sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode. Pengecualian dilakukan apabila dianggap tidak praktis atau secara khusus diatur lain dalam ketentuan masa transisi penerapan standar akuntansi keuangan baru”.

Dan kasus kedua Manipulasi laporan keuangan PT KAI Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi. Dan yang ketiga kasus pemanipulasian laporan keuangan pada Skandal Enron, Worldcom dan perusahaan-perusahaan besar di AS Worldcom terlibat rekayasa laporan keuangan milyaran dollar AS. Dalam pembukuannya Worldcom mengumumkan laba sebesar USD 3,8 milyar antara Januari 2001 dan Maret 2002. Hal itu bisa terjadi karena rekayasa akuntansi. Penipuan ini telah menenggelamkan kepercayaan investor terhadap korporasi AS dan menyebabkan harga saham dunia menurun serentak di akhir Juni 2002. Dalam perkembangannya, Scott Sullifan (CFO) dituduh telah melakukan tindakan kriminal di bidang keuangan dengan kemungkinan hukuman 10 tahun penjara. Pada saat itu, para investor memilih untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya di bursa saham.

Dari ketiga kasus diatas ditarik kesimpulan bahwa setiap perilaku etis dan kepercayaan (trust) dapat mempengaruhi operasi perusahaan. emang, beretika dalam berbisnis tidak akan memberikan keuntungan dengan segera, karena itu para pelaku bisnis harus belajar untuk melihat prospek jangka panjang. Dan Dampak Terhadap Profesi Akuntan Aktivitas manipulasi pencatatan laporan keungan yang dilakukan manajemen tidak  terlepas dari bantuan akuntan. Akuntan yang melakukan hal tersebut memberikan informasi yang menyebabkan pemakai laporan keuangan tidak menerima informasi yang fair. Akuntan sudah melanggar etika porfesinya. Kejadian manipulasi pencatatan laporan keuangan yang menyebabkan dampak yang luas terhadap aktivitas bisnis yang tidak fair membuat pemerintah campur tangan untuk membuat aturan yang baru yang mengatur profesi akuntan dengan maksud mencegah adanya praktik-praktik yang akan melanggar etika oleh para akuntan publik. dan tindakan ketidaketisan Perilaku khususnya yang berkaitan dengan skandal keuangan berimbas pada menurunnya aktivitas dan kepercayaan investor terhadap bursa saham dunia yang mengakibatkan jatuhnya harga-harga saham. Keunci utama kesuksesan bisnis adalah reputasinya sebagai pengusaha yang memegang teguh integritas dan kepercayaan pihak lain. Maka Bagi yang melanggar dari kasus etika diatas untuk Sanksi hukuman di Indonesia masih lemah jika dibandingkan dengan sanksi hukuman di AS. Di Amerika, pelaku tindakan criminal di bidang keuangan dikenai sanksi hukuman 10 tahun penjara sedangkan di Indonesia hanya diberi sanksi teguran atau pencabutan izin praktek Para pelaku bisnis dan profesi akuntansi harus mempertimbangkan standar etika demi kebaikan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Sumber :

Nama : Silpia Navita Sari

Kelas : 4EB13

NPM :2120816

Referensi : http://www.google.com

sumber :

http://arisukasuka.blogspot.com/2010/10/pengertian-etika-profesi-akuntansi.html

http://www.scribd.com/doc/27369232/Modul-Etika-Profesi-Akuntansi

http://www.scribd.com/doc/11460206/Resiko-Etika-Dan-Manajemen-Resiko-Etik

http://insidewinme.blogspot.com/2007/12/kasus-etika-bisnis-perusahaan.html

inquiry letter Block style

Housing
The road rose 09, Jakarta 17510
Phone: (021) 6767890

December 25, 2010
PT. Fitrah Mas
Pak. Halim
Purchasing Manager
Emerald hamlet Road D4
Jakarta 17 510

Greetings Mr. Halim,

Subject: the list of goods and production price list

Our company is a company that specializes in selling various leather products such as leather wallets, leather shoes and so forth. We will soon open several branches in various areas in Java. although we will open branches in various regions, we would like distribution of goods to be shipped for sale in our company running smoothly and the goods we sell good quality goods with prices that can reach the surrounding community.

Some time ago we read a profile of your company, your company produces goods in a newspaper. We are very interested to cooperate with your company. Therefore we are very happy if your company is willing to send the list of goods and price list production. If your company has regional branches in Central Java and East Java, we also ask to include the address of a branch office in your company so that later if your office area is very easy walking distance from our company, we can order the goods from the nearest branch office .

We also hope that your company can provide special offers for our company. We are expecting a reply from you to cooperate with our company.

Sincerely,

Purchasing Manager

Beni Hasnoto

Nama :Silpia NavitaSari

NPM :21208165

Kls    :3EB13

inquiry letter block style

Housing
The road rose 09, Jakarta 17510
Phone: (021) 6767890

December 25, 2010
PT. Fitrah Mas
Pak. Halim
Purchasing Manager
Emerald hamlet Road D4
Jakarta 17 510

Greetings Mr. Halim,

Subject: the list of goods and production price list

Our company is a company that specializes in selling various leather products such as leather wallets, leather shoes and so forth. We will soon open several branches in various areas in Java. although we will open branches in various regions, we would like distribution of goods to be shipped for sale in our company running smoothly and the goods we sell good quality goods with prices that can reach the surrounding community.

Some time ago we read a profile of your company, your company produces goods in a newspaper. We are very interested to cooperate with your company. Therefore we are very happy if your company is willing to send the list of goods and price list production. If your company has regional branches in Central Java and East Java, we also ask to include the address of a branch office in your company so that later if your office area is very easy walking distance from our company, we can order the goods from the nearest branch office .

We also hope that your company can provide special offers for our company. We are expecting a reply from you to cooperate with our company.

Sincerely,

Purchasing Manager

Beni Hasnoto

BANKING

BANKING

Banks act as payment agents by conducting checking or current accounts for customers, paying cheques drawn by customers on the bank, and collecting cheques deposited to customers’ current accounts. Banks also enable customer payments via other payment methods such as telegraphic transfer, EFTPOS, and ATM.

Banks borrow money by accepting funds deposited on current accounts, by accepting term deposits, and by issuing debt securities such as banknotes and bonds. Banks lend money by making advances to customers on current accounts, by making installment loans, and by investing in marketable debt securities and other forms of money lending.

Banks provide almost all payment services, and a bank account is considered indispensable by most businesses, individuals and governments. Non-banks that provide payment services such as remittance companies are not normally considered an adequate substitute for having a bank account.

Banks borrow most funds from households and non-financial businesses, and lend most funds to households and non-financial businesses, but non-bank lenders provide a significant and in many cases adequate substitute for bank loans, and money market funds, cash management trusts and other non-bank financial institutions in many cases provide an adequate substitute to banks for lending savings too.

CHANELS

Banks offer many different channels to access their banking and other services:

  • ATM is a machine that dispenses cash and sometimes takes deposits without the need for a human bank teller. Some ATMs provide additional services.
  • A branch is a retail location
  • Call center
  • Mail: most banks accept check deposits via mail and use mail to communicate to their customers, e.g. by sending out statements
  • Mobile banking is a method of using one’s mobile phone to conduct banking transactions
  • Online banking is a term used for performing transactions, payments etc. over the Internet
  • Relationship Managers, mostly for private banking or business banking, often visiting customers at their homes or businesses
  • Telephone banking is a service which allows its customers to perform transactions over the telephone without speaking to a human
  • Video banking is a term used for performing banking transactions or professional banking consultations via a remote video and audio connection. Video banking can be performed via purpose built banking transaction machines (similar to an Automated teller machine), or via a videoconference enabled bank branch.

 

  • HISTORY  BANKING

Banking business starts from the Babylonian era, continued to Ancient Greece and Rome. At that time, the main activities of the bank just as a place to exchange money. Furthermore, the activities of the bank evolved into daycare and borrowing money. The money saved by the people, by the bank loaned back to the people who need them.

Meanwhile,regarding history of banking in Indonesia is inseparable from the Dutch East Indies colonial era . At that time there are some banks that play an important role in the Dutch East Indies, among others: De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland handles Maatscappij (NHM), handles Nationale Bank (NHB), and De Escompto Bank NV.

In addition, there are also indigenous-owned banks, China, Japan, and other Europeans. Banks include: the National Bank Indonesia, Bank Abuah Merchant, Boemi Bank NV, The Matsui Bank, The Bank of China, and Batavia Bank.

The banks in the early days of independence, among others:

a. Bank Negara Indonesia, which was established on July 5, 1946 and then became BNI 1946.

b. Bank Rakyat Indonesia, which was established on February 22, 1946. This bank was derived from DE Algemene bank or Syomin VOLKCREDIET Ginko.

c. Bank Surakarta MAI (Carriage Adil Makmur) in 1945 in Solo.

d. Bank Indonesia in Palembang in 1946.

e. Bank Dagang Nasional Indonesia in 1946 in Medan.

f. Indonesian Banking Corporation in 1946 in Yogyakarta, and then became Bank Amrita.

g. Bank NV in Manado, Sulawesi in 1946.

h. Indonesian Trade Bank NV in Banjarmasin in 1949.

 

Modal Auxiliary

Modal Auxiliary

Capital Auxiliaries are auxiliary verbs like will, might, can, could, should, will, be used for, should be used in conjunction with main verbs to express shades of time and mood. The combination of helping verbs with main verbs to create what is called a verb or verb phrase string.Kata this type of work is a helping verb verbs (verb) express several meanings such as OBLIGATIONS, THE POSSIBILITY OF, LICENSE, PERFORMANCE (something which is mandatory)

What is Capital Auxiliary Verb?

verbs include cans, Could, may, Might, will, Would, Marshall (typically in British English), Should, must, and ought to so-called ‘capital of the auxiliary verb’ (auxiliary verb of capital). They are used before the infinitive or any other verb, and adding a specific meaning. Need, dare, and Had better sometimes also be used as auxiliary verb capital.

Pattern of Auxiliary capital

* ( ? ) MODAL + S + V1

  • Can she do the test?
  • Will we go to the hospital?

* ( + ) S + MODAL + V1

  • She can do the test.
  • We will go to the hospital

* ( – ) S + MODAL NOT + V1

  • She can’t do the test.
  • We will not go to the hospital.

* ( ? ) MODAL + S + V1

  • Can she do the test?
  • Will we go to the hospital?

For Example
1. Will

a. Expressing a certainty (Mengungkapkan kepastian)
Contoh : We will come to her party. I promise.

b. Expressing a Willingness (Mengungkapkan Keinginan)
Contoh : There’s a knock on the door. I will open it.

c. Expressing a request (Mengungkapkan permintaan)
Contoh : Will you help me?

2. Must
a. Expressing a necessity (Mengungkapkan keharusan)
Contoh :

1. You must do everything I say.

2. You must go now. (Anda harus pergi sekarang!)

3. I must do my homework soon. (Saya harus segera mengerjakan peker aan rumahku).

4. She must study hard. (Dia harus belajar keras).

b. Expressing a Prohibition (Mengungkapkan larangan)
Contoh :

1. You must not break the school rules.

2. You must not smoke in the class. (Anda dilarang merokok di dalam kelas).

3. Susan mustn’t go there alone. (Susan tidak boleh (dilarang) pergi ke sana sendirian).

c. Expressing a Certainty (Mengukapkan kepastian)
Contoh : John must be upset. He failed in the final test.

  1. You must (have to) read this book. (Anda harus membaca buku ini).
  2. She must (has to) go to school today. (Dia harus ke sekolah hari ini).
  3. They must (or have to) work hard. (Mereka harus bekerja keras).

3. Should
a. Expressing an advisability (Mengungkapkan saran)
Contoh : We should do something now.

b. Expressing a Future Certainty (Mengukapkan kepastian di masa depan)
Contoh : They should be there tomorrow.

Past form of Should

  1. When he come to my house I should go.
  2. I should visit to your house before you came to my house.

4. Can

a. Expressing an Ability (Mengungkapkan Kemampuan)
Contoh :

1. Can you spin a top?

2. She can sing beautifully.

3. 1 can speak English.

b. Expressing a Possibility (Mengungkapkan Kemungkinan)
Contoh : He can be in the class now.

c. Expressing a Permission (Mengungkapkan ijin)
Contoh : You can leave me no.